Senin - Jum'at09.00 WIB - 17.00 WIB
Lokasi KantorJl. Kapten Abdulhasan, No.38A Kec. Telanaipura, Kota Jambi
Kunjungi Sosial Media Kami

HomeCategoryCerpen

33

Falya Biru Nadela dikenal sebagai siswi berprestasi, cerdas, santun, dan selalu menjadi juara kelas. Di balik senyum dan kesempurnaannya, tersimpan pergulatan batin yang tidak diketahui orang lain. Falya memiliki kecintaan besar terhadap Biologi dan sejak kecil menumbuhkan cita-cita menjadi seorang dokter setelah menyaksikan perjuangan keluarganya ketika sang kakek meninggal di rumah sakit. Namun, keinginannya untuk membahagiakan kedua orang tua perlahan berubah menjadi tekanan, membuat Falya merasa harus selalu sempurna, takut gagal, dan takut mengecewakan orang-orang yang dicintainya. Di tengah persiapan menghadapi UTBK, SNBP, dan berbagai tuntutan sekolah, Falya harus berhadapan dengan rasa cemas, pikiran negatif, serta pertanyaan tentang apakah impian menjadi dokter benar-benar merupakan keinginannya sendiri atau sekadar bentuk balas jasa kepada orang tua. Kehadiran sahabatnya, Keyze, serta Denta, seorang teman yang mampu melihat sisi Falya yang selama ini tersembunyi, perlahan membantunya memahami bahwa ia tidak harus selalu terlihat kuat dan sempurna. Melalui berbagai perjuangan, kegagalan, doa, kasih sayang, dan keberanian untuk jujur kepada dirinya sendiri, Falya akhirnya menyadari bahwa mimpi bukanlah beban yang harus dipikul demi memenuhi harapan orang lain, melainkan pilihan yang harus lahir dari hati. Perjalanannya membawa Falya hingga akhirnya berhasil melangkah ke Fakultas Kedokteran, mengenakan jas putih yang dahulu hanya menjadi bayangan dalam mimpinya. ***Simfoni Sel Darah*** bukan sekadar kisah tentang seorang gadis yang mengejar cita-cita menjadi dokter, tetapi juga perjalanan tentang mengenal diri sendiri, berdamai dengan ketakutan, menghargai proses, dan menemukan keberanian untuk memilih jalan hidup yang benar-benar diinginkan.

Buku ini mengisahkan perjalanan Hudzaifah, atau yang akrab dipanggil Zai, seorang pemuda yang tumbuh di tepi laut dan memiliki keinginan kuat untuk menuntut ilmu. Berbekal pesan dan harapan dari ayahnya, Zai berani meninggalkan kampung halaman dan mengarungi lautan menuju tempat-tempat yang belum pernah ia kenal. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah ia harus menghadapi badai, kesepian, ketakutan, serta berbagai keadaan yang menguji keberaniannya. Namun, setiap perjalanan membawanya pada pengalaman, pertemuan, persahabatan, dan pengetahuan baru yang semakin memperkaya kehidupannya. Laut Tak Bernama bukan sekadar cerita tentang perjalanan mengarungi samudra, tetapi juga tentang keberanian mengejar impian, keteguhan dalam menghadapi kesulitan, serta pentingnya ilmu dan pengalaman dalam perjalanan kehidupan.

rumah berbisik bersama langit belakang depan

Rumah Berbisik Bersama Langit adalah kumpulan karya sajak dan cerpen karya penulis muda di Kota Jambi. Karya ini merupakan khasanah sastra yang ditulis oleh generasi muda di Kota Jambi dewasa ini. Karya – karya ini merefleksikan perjalanan ide, emosi, dan imajinasi yang tertuang dalam untaian kata. Penerbitan buku ini menjadi wadah bagi penulis muda untuk menggali potensi kreatif. Selain itu juga menjadi penyemangat penulis muda dalam berkarya secara berkala.

ASSALAMUALAIKUM TANAH PILIH DEPAN BELAKANG

Ini bukan sekadar buku. Ia adalah sebuah arsip perasaan, sebuah cermin perjalanan seorang penyair yang mencoba memahami dunia dan dirinya sendiri. Beberapa dari sajak ini pernah menggema di atas panggung, membentuk jalinan emosi antara penyair dan penontonnya. Namun, tak sedikit pula yang terselip dalam sunyi, tertidur di sudut-sudut waktu, menunggu saatnya tiba untuk dibangkitkan.

Saat aku menulis rvs
https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2025/01/Saat-aku-menulis-rvs.png

Deskripsi Singkat

Pada suatu pagi yamg cerah,di sebuah desa kecil yang terletak di pinggiran kota,hiduplah seorang anak kecil laki-laki bernama arief.Arief adalah seorang anak yang ceria,penuh semangat,dan memiliki impian besar. Ia bercita-cita menjadi pahlawan suatu hari nanti.

merajut karya rvs
https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2025/01/merajut-karya-rvs.png

Deskripsi Singkat

“Disini aku sedikit menceritakan tentang keluargaku.keluargaku adalah harta paling berharga menurutku, di keluargaku terdiri dari ayah, ibu, abang dan aku anak yang paling kecil.aku adalah harapan orang tua yang sangat diharapkan.aku telah terlahir dari keluarga yang sederhana dan berkecukupan.”

Tasya Alifatun Nisa
https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2025/01/Tasya-Alifatun-Nisa.png

Deskripsi Singkat

Minggu pagi yang cerah matahari mulai tampak, burung burung pun mulai berkicau. Farsya Anindia putri sulung dari Bapak Gunawan dan Ibu Fatmawati sedang bersiap-siap menuju ruang makan.

rangkaian jejak
https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2024/08/rangkaian-jejak-1.png

Deskripsi Singkat

Di sebuah desa kecil di tepi hutan, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Rizky. Rizky adalah seorang anak yang ceria dan penuh dengan kecerdasan. Satu-satunya teman setianya adalah seekor kucing hitam yang diberi nama Kiki. Mereka berdua telah menjalin ikatan yang tak terpisahkan sejak Rizky menemukan Kiki di sebuah gubuk kosong di pinggir hutan.

pelangi emosi
https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2024/08/pelangi-emosi-1.png

Deskripsi Singkat

Masa SMA adalah masa yang penuh dengan kenangan indah bagi Sarah dan teman-temannya. Awalnya, Sarah merasa sangat gugup karena tidak mengenal siapapun di sekolah barunya. Dia adalah gadis yang pemalu dan tidak mudah bergaul dengan orang baru.

scsm gbg (1)
https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2024/07/scsm-gbg-1.png

Deskripsi Singkat

Panoramanya begitu memikat. Pantainya landai, gugusan pulau berpasir putih tak jauh dari bibir Pantai Gandoriah melukiskan keindahan luar biasa. Di sela-sela biru air laut, perahu nelayan bertebaran berbagai rupa. Perahu wisata pun hilir mudik menawarkan jasa untuk berlayar ke pulau seberang. Warna-warni tenda pedagang bagaikan pelangi. Ditambah barisan pepohonan Pinus di sepanjang jalanan Pantai Gandoriah yang menebarkan oksigen kedamaian. Semua itu kuresapi menjadi sebuah ramuan untuk mengobati hati yang gundah sambil duduk termangu di salah satu payung yang bertebaran di bibir pantai.

Lokasi KantorPenerbit Gemulun
Jl. Kapten Abdulhasan, No.38A Kec. Telanaipura, Kota Jambi
Penerbit GemulunSosial Media Kami
ikuti sosial media Penerbit Gemulun untuk mendapatkan informasi terbaru.
Lokasi KantorPenerbit Gemulun
Jl. Kapten Abdulhasan, No.38A Kec. Telanaipura, Kota Jambi
Penerbit GemulunSosial Media Kami
ikuti sosial media Penerbit Gemulun untuk mendapatkan informasi terbaru.

Copyright by Penerbit Gemulun. All rights reserved.

Copyright by Penerbit Gemulun. All rights reserved.