

Deskripsi Singkat
Pagi yang cerah dan matahari yang telah terpancar panas memasuki jendela rumah perempuan yang berkulit putih cantik itu dengan seragam sekolah yang telah rapih, perempuaan itu adalah perempuan yang manja


Pagi yang cerah dan matahari yang telah terpancar panas memasuki jendela rumah perempuan yang berkulit putih cantik itu dengan seragam sekolah yang telah rapih, perempuaan itu adalah perempuan yang manja


Jam yang sangat ditunggu-tunggu para murid untuk melaksanakan aksi isi perut di kantin sekolah. Ketika bel berbunyi tanda istirahat, semua murid berbondong-bondong menyerbu kantin. Berbeda dengan Melodi, ia lebih tertarik mengunjungi rooftop sekolah dibanding harus berdesak-desakan dengan murid lain di kantin.
Buku ini tidak sekadar karya sastra yang dipublikasikan untuk hiburan bagi pembaca, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi pembaca untuk bisa memperbaiki persoalan-persoalan hidup. Selain itu, tujuan jangka panjangnya untuk memperbaiki sistem pendidikan yang ada di Indonesia, baik dari sisi kebijakan, implementasi, kemanusiaan dan sisi lainnya.


Sudah kelima kalinya dia datang kesini. Dari satu bulan yang lalu seseorang yang berperan penting dalam hidupnya mendekam dalam tempat yang bukan tempatnya. Mata indahnya menitikkan air bening yang terus mengalir tanpa izin. Dia kehilangan senyum manis kakaknya semenjak sang kakak tinggal beda atap dengannya.

Rintik hujan turun begitu deras, diiringii suara petir yang saling menyambar, angin berhembus sangat kencang, membuat hawa malam ini terasa sangat dingin. Takkan ada satu orang pun yang ingin menyia-nyiakan suasana malam ini, sama seperti yang dilakukan Humeera, seorang wanita paruh baya yang akan beristirahat menghilangkan letihnya.


Novel ini menceritakan kisah seorang wanita paruh baya yang tinggal seorang diri. Setelah putra semata wayangnya meninggal dunia akibat sakit parah ia pindah ke satu desa. Di situ ada sungai yang menjadi tempat pembuangan sampah maupun limbah
pabrik yang menyebabkan banjir. Tak jarang rumahnya pun harus ikut terendam banjir.
Disebuah desa di daerah sumatra selatan terdapat pemuda yang bernama Ilham. berumur 16 tahun dan masi berskolah di sma sederajat. Ilham adalah seorang anak pertama dari ayah selamet dan ibu mar. pekerjaan ayah Ilham adalah petani dan ibu nya sebagai ibu rumah tangga. Ilham anak nya seoranh penolong ayahnya berkebun Ilham memimilik adik perempuan yang berumur 7 tahun. Ilham terkenal sangat rajin di sekolah dan pintar.
Pemuda itu memasuki ruangan Ki Hajar, hidungnya segera diterjang aroma dupa bercampur bau kemenyan dan wangi kembang. Matanya sendiri perlu penyesuaian diri dengan pencahayaan ruangan yang minim dari beberapa batang lilin. Setelah matanya agak terbiasa, si pemuda mendapati ruangan kecil itu dipenuhi berbagai benda keramat; lukisan ratu laut selatan, cermin antik besar, patung-patung kecil, keris, bebatuan mirip akik yang sepertinya merupakan mustika, dan lain sebagainya.
Suatu hari tepat di tahun ajaran baru, memasuki halaman sekolah yang asri nan indah, seorang cewek cantik dan manis bernama Alisha Layla Putri ia akrab dipanggil Alisha oleh temannya. Cewek yang memulai kehidupan baru di SMA yang ia impikan sejak lama. Memiliki kepribadian yang susah ditebak oleh kebanyakan orang, membuatnya ingin dan selalu untuk mengintropeksi dirinya. Orang lain diluar sana yang belum mengenal betul seorang Alisha selalu dan selalu mendeskripsikan cewek itu adalah cewek yang cuek dan galak, “padahal gue nggak gitu” (kata-kata yang selalu Alisha lontarkan ketika ia kesal tentang
anggapan itu).