Senin - Jum'at09.00 WIB - 17.00 WIB
Lokasi KantorJl. Kapten Abdulhasan, No.38A Kec. Telanaipura, Kota Jambi
Kunjungi Sosial Media Kami

HomeCategoryProsa

27 (1)

Puncak yang Mengajarkan Kehidupan mengisahkan perjalanan sekelompok pendaki yang dipimpin Alif untuk menaklukkan Gunung Cakra, bersama Azka, Arsil, Arsyad, Rama, Icha, dan Shanum. Berangkat dari kabut pagi di kaki gunung, mereka menyusuri lembah sungai yang berarus deras, memanjat Tebing Merah yang licin, dan menembus hutan misterius yang menyimpan jejak tak dikenal. Perjalanan semakin berat ketika badai, jurang yang seakan berbisik, dan hujan es menguji kekuatan fisik sekaligus kepercayaan mereka satu sama lain. Di tengah ketakutan, kelelahan, dan malam-malam dingin di tenda, persahabatan mereka justru semakin erat, hingga langkah terakhir menuju puncak menuntut keberanian untuk melawan batas dalam diri sendiri. Dari puncak itu, mereka belajar bahwa gunung bukan sekadar tujuan yang harus ditaklukkan, melainkan guru yang mengajarkan kerja sama, keberanian, dan ketulusan. Novel ini mengajak pembaca memandang setiap perjalanan hidup sebagai proses belajar yang tidak dijalani sendirian.

29

Hujan diMata Ketua Kelas mengisahkan perjalanan emosional Khalfan, seorang remaja laki-laki sederhana yang diam-diam mengagumi Raisa, ketua kelasnya yang cerdas, berprestasi, dan berasal dari keluarga berkecukupan. Berawal dari momen sederhana saat berteduh di bawah payung putih yang sama di tengah derasnya hujan, benih-benih perasaan dan kedekatan perlahan tumbuh di antara mereka. Namun, perbedaan latar belakang sosial, benturan realitas, hingga kesalahpahaman akibat rumor di sekolah memaksa Khalfan menghadapi batas-batas yang sulit ditembus. Melalui lika-liku persahabatan, kejujuran yang tertunda, dan pertemuan kembali bertahun-tahun kemudian, cerita ini bermuara pada proses pendewasaan diri sebuah perenungan hangat bahwa cinta pertama tidak selalu harus memiliki, melainkan tentang ketulusan belajar merelakan dan menyimpan kenangan indah dengan penuh keikhlasan.

18

Diary Nayra adalah novel remaja yang mengikuti perjalanan hidup Nayra, atau Nay, dari masa kecil yang polos hingga remaja. Sejak taman kanak-kanak, Nay tumbuh bersama keluarga yang hangat dan seorang sahabat kecil, Ib, yang akrab ia panggil Bang Ibon. Memasuki bangku SD dan SMP, hari-harinya dipenuhi tawa bersama sahabat-sahabatnya, Tab dan Jiel, juga kegemarannya pada K-pop dan novel. Namun di balik kisah sehari-hari itu, Nay menyimpan perasaan yang tumbuh dalam diam, dari rasa kecewa karena cinta yang tak berbalas hingga kerinduan yang tak pernah sempat terucap. Kisah ini dituturkan lewat percakapan, pesan singkat, dan catatan hati yang dekat dengan keseharian remaja, hingga akhirnya sebuah kehilangan mengajarkan Nay tentang arti ikhlas dan berharganya setiap kenangan.

12

G.E merupakan kisah tentang Glenn dan Elang, dua remaja yang sama-sama menyimpan luka dan kesepian di balik kehidupan mereka. Pertemuan keduanya menghadirkan persahabatan yang perlahan mengajarkan arti keberanian, kepedulian, dan pentingnya memiliki seseorang untuk bertahan. Namun, ketika rahasia, penyakit, dan kehilangan mulai menguji hubungan mereka, Glenn dan Elang harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua orang yang kita sayangi dapat tinggal selamanya. Sebuah kisah tentang persahabatan, pengorbanan, kehilangan, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah pergi.

11

Family Is Home, Home Is Family mengisahkan kehidupan Ayla Pranata bersama kedua abangnya, Aidan dan Atha, serta Bunda setelah kepergian sang ayah. Di tengah kehidupan sekolah, persahabatan, dan berbagai dinamika keluarga, Ayla dan kedua abangnya menghadapi beragam keadaan yang menguji hubungan serta rasa saling peduli di antara mereka. Kisah ini menggambarkan tentang kehilangan, kasih sayang, persahabatan, dan proses memahami arti keluarga. Melalui berbagai peristiwa yang mereka lalui, cerita ini menunjukkan bahwa rumah bukan sekadar tempat untuk pulang, melainkan juga tentang orang-orang yang selalu hadir, saling menjaga, dan menjadi tempat untuk menemukan kenyamanan.

WhatsApp Image 2026-09-08 at 11.01.19

Buat masyarakat Betawi, pantun bukan cuma permainan kata. Pantun adalah cara menyampaikan pesan dengan halus, menyelipkan nasihat tanpa menggurui, dan menyampaikan maksud tanpa harus membuat suasana menjadi tegang. Dalam Palang Pintu, pantun menjadi bagian dari percakapan yang hidup. Ada saling jawab, ada kelakar, ada tantangan, ada penghormatan, dan ada pula pesan-pesan yang berkaitan dengan nilai agama serta kehidupan bermasyarakat.

cahaya inspirasi
https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2025/12/cahaya-inspirasi-scaled.png

Deskripsi Singkat

Sebagai seorang remaja yang juga sedang belajar memperbaiki diri, saya menulis bukan karena saya lebih baik dari siapa pun, tetapi karena saya pernah berada pada fase di mana saya bertanya, “Sebenarnya apa yang ingin saya kejar dalam hidup?” Dari pertanyaan itulah saya mulai menyadari bahwa keteladanan mulai dari Rasulullah SAW hingga tokoh-tokoh besar seperti Muhammad Al-Fatih dan Salahuddin Al-Ayyubi masih sangat relevan dan dibutuhkan oleh generasi kita saat ini.

https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2025/09/rupa-luka1-scaled.png

Deskripsi Singkat

Pak Sofyan menatapku dari balik meja bar. Matanya seperti menimbang, apakah aku layak diberi tambahan jam kerja atau cukup dengan mengelap meja saja. Aku tak pernah tahu isi kepalanya. Barangkali ia sedang menghitung berapa banyak kopi yang harus dijual agar kafenya tak gulung tikar, atau mungkin sedang menertawakan caraku mengaduk gula yang selalu kebanyakan. Entahlah, aku memang bukan peramal.

https://penerbitgemulun.com/wp-content/uploads/2025/09/isu-yang-tak-bisu-scaled.png

DESKRIPSI SINGKAT

Untuk bertumbuh menjadi lebih baik diperlukan sejumlah pengorbanan dan ambisi yang tidak main-main. Berasal dari keluarga sederhana dan tak punya apa-apa seolah menjadikan kita terus semangat mengejar asa dengan berbagai cara. Namun, berbagai gejolak belaka terkadang terus terjadi secara bergandengan tangan membuat kita takut dan ragu. Begitu pula berbagai tusukan pantau terus saja membuat kita termotivasi dan tergerak untuk tetap mengikuti dan melanjuti.

Lokasi KantorPenerbit Gemulun
Jl. Kapten Abdulhasan, No.38A Kec. Telanaipura, Kota Jambi
Penerbit GemulunSosial Media Kami
ikuti sosial media Penerbit Gemulun untuk mendapatkan informasi terbaru.
Lokasi KantorPenerbit Gemulun
Jl. Kapten Abdulhasan, No.38A Kec. Telanaipura, Kota Jambi
Penerbit GemulunSosial Media Kami
ikuti sosial media Penerbit Gemulun untuk mendapatkan informasi terbaru.

Copyright by Penerbit Gemulun. All rights reserved.

Copyright by Penerbit Gemulun. All rights reserved.