
Deskripsi Singkat
Pagi yang cerah, namun tubuh Kevin masih terasa sangat lelah. Matanya setengah tertutup, berjuang untuk tetap terjaga. Tiba-tiba, suara Kakaknya terdengar.

Pagi yang cerah, namun tubuh Kevin masih terasa sangat lelah. Matanya setengah tertutup, berjuang untuk tetap terjaga. Tiba-tiba, suara Kakaknya terdengar.

Namaku ADIFA QUEEN LAURENZYA , umurku 17 tahun ,aku adalah santri di pondok modern di muara bungo ,sudah satu bulan lebih kami pulang kerumah, karena kami libur rumah pun menjadi ramai, termasuk rumahku hiruk pikuk setiap harinya,kecuali hari ini karena ayah ku lagi lembur bersama kawan kantornya .


Di sebuah desa kecil yang indah di tepian Danau Toba, seorang laki-laki yang memiliki sifat pendiam dan memiliki sebuah cita-cita yang besar, bertujuan untuk menaikkan martabat keluarga yang dipandang sebelah mata oleh orang sekitar. Cita-cita yang ia impikan sejak masih kecil, namun ayahanda nya yang selalu menuntut untuk anak nya menjadi apa yang dia inginkan.Tapi, dengan hal yang dialami laki-laki tersebut tentang ayahnya, justru membuat ia semakin bersemangat untuk menunjukkan kesungguhannya.

Olarisa tersenyum tipis melihat mendung yang menari dalam tatapan matanya yang sayu. Ola pun bingung kenapa dalam dada yang bergemuruh dia tetap tersenyum. Suara angin berdesir menggelundung meronta di telinganya. Diam-diam angin itupun mengelus pori-pori tangannya yang setengah telanjang. Olarisa menatap ke kejauhan ujung langit dan berharap wajah mama dan papanya hadir di situ. Namun, kenyataan tidak berubah. Dua orang terkasih itu hanya hadir dalam hatinya yang bergambar cinta.

Seperti biasa, suasana rumahnya selalu sepi setiap ia pulang, karena orang tuanya yang sibuk bekerja. Namun Natta melihat lampu ruang tengah rumahnya menyala, itu pasti sudah ada yang pulang.

Di sebuah kota, ada anak perempuan yang hidup dengan ayahnya. Ayahnya adalah mantan pembunuh bayaran. Tidak lama Mereka hidup seperti normalnya orang lain, tiba-tiba anaknya dibunuh oleh temannya sendiri. jadi, dia terpaksa melakukan pembunuhan lagi, karena telah membunuh anaknya.

Setelah Beberapa Bulan Yang Lalu Acara Kelulusan SMA Asyila, Akhirnya Hari yang Sangat Ditakuti Asyila Pun Tiba, Dimana Pada Hari Ini Asyila Akan Dikirim Mami Dan Papinya Ke Jerman Untuk Melanjutkan Studi.

Terkadang aku sering berfikir tentang perasaan ini apakah akan bertahan Sampai sang illahi datang menghampiri. Ataukah selesai hanya sebatas sini ,aku pun tak mengerti. Apakah kau mencintai memang tulus dari hati, atau hanya mengasihani.