
Deskripsi Singkat
Deg! Jantung Abel terasa berhenti berdetak, darahnya berhenti berdesir, tubuhnya sangat lemas bahkan hanya untuk sekedar berdiri

Mobil berwarna hitam masuk ke dalam gerbang tinggi berwarna putih, Bangunan yang amat besar didalamnya, Ini lah rumah Azzel di Surabaya ,Azzel keluar dari mobil milik nya ia membuka pintu berwarna putih, dan langsung menuju keruang TV, Meraih remod TV di atas meja, Azzel mencari siaran TV yang ingin ia tonton, Memosisikan kaki nya di atas sofa.

“Ra…..sini cepetan.” Ucap Liona yang sedang menunggu teman-temannya datang kesekolah. Setelah Alora menutup pintu mobilnya, dia langsung berlari menghampiri temannya. Alora Permata Wijaya anak tunggal dari keluarga Bapak Wijaya Adipura seorang Pengusaha terkenal di Negara Indonesia dan Ibu Indah Permata seorang designer terkenal di daerah kota Bandung.

Setelah mereka bangun Indry langsung ke dapur untuk membuat kopi sang ayah yang berada di depan televisi. Tak lama kemudian Yehsa membawa gelas berisikan susu yang masih hangat sedangkan Zana sudah berada di sebelah ayahnya yaitu di depan televisi, ia bukan ikut ayahnya menonton, tapi hanya menumpang duduk, karena ia dilarang keras kembali ke kamar setelah bangun dari tidur. Lantaran ibunya sudah hapal dengan sifat Zana, jika Zana Kembali ke kamar, maka sudah di pastikan bahwa Zana akan tertidur kembali.

Berawal dari sebuah takdir tuhan yang tak pernah terduga. Yang mengajarkan ku, tentang cara menjadi manusia yang kuat. Aku menjalaninya, memasrahkan semua. Berharap takdir yang datang adalah takdir paling terbaik yang telah
direncanakannya.

Aku berfikir dengan baik tentang dunia dan untuk menyatakan fakta ini kepada dunia. Lantas mengapa kita tidak menganggap ini sebagai tantangan kepada dunia untuk membuktikannya, bukan dengan kata-kata tapi perbuatan yang besar.

“Cel aku minta maaf, aku janji bakal jauhin Galen,” lirih Zella tak berdaya. Kini Zella telah duduk di tanah dengan keadaan memeluk kedua lututnya. Zella tidak berani melawan temannya, karena ia tau itu tidak ada gunanya.

“Mama, papa.’’ Teriak seorang anak kecil berumur 7 tahun yang tengah berlari menuruni anak tangga. Ia mencium aroma makanan yang sangat lezat, tanpa berfikir panjang gadis kecil itu segera berlari ke arah dapur, terlihat di sana Ratna sedang menyiapkan makanan di atas meja.