

Pengadilan agama saat melihat itu berdebar. Tak karuan hati seorang anak yang berusia 12 tahun yang bernama Diralia Anjani. Ia kerap dipanggil Rara.


Kenapa semenjak abang ke Australia ayah gak pernah mau kumpul sama kita lagi bun. Tapi kalau abang di rumah pasti ayah sering ngabisin waktu di rumah. Beda sama sekarang yang ayah lebih banyak ngabisin waktu di luar rumah.


Pada umum nya kita semua mempunyai kesamaan yaitu kita mempunyai mimpi yang sama dengan cita-cita yang berbeda. Entah itu menjadi Guru, Polisi, Tentara, atau sebagainya. Pernah terpikir dibenakku ingin menjadi seorang Guru.


Adit seorang anak laki-laki dari keluarga pak Ahmad. Ayah Adit bekerja sebagai tukang cukur rambut, dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Adit bersekolah di pondok pesantren di sebelah kampungnya. Ia di sekolahkan di pondok pesantren oleh kedua orang tuanya, karena Adit merupakan anak nakal, dan juga sering bolos ketika di sekolah lamanya.


Pagi yang cerah, di iringi suara burung yang merdu dan hembusan angin yang mengingatkan ku bahwa hari ini adalah sekolah pertama ku di jenjang SMA. Gadis yang begitu sederhana, dengan wajah yang tak begitu cantik yang di beri nama oleh orang tuanya dengan nama Nita Garesya, yang pagi ini akan memasuki jenjang SMA.


Allah tak mengubah akhir baik dari tujuanmu
Dia hanya memberikan jalan yang berliku
Agar ada cerita di setiap perjuanganmu


Saat itu, mengajarkan kejujuran pada si Kulup menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh ayahnya. Sepertinya ayahnya justru melakukan hal sebaiknya secara tidak disadari. Ayahnya lebih sering mengajarkan hal–hal yang tidak jujur kepada si Kulup. Hal ini menunjukkan bahwa si Kulup telah tumbuh dalam lingkungan yang secara tidak langsung memberi pelajaran untuk sebaiknya berbohong atau tidak jujur.


Takdir itu seperti magic, kita akan berhadapan pada kejutan-kejutan dengan sesuai harapan ataupun tidak sesuai harapan kita. Tapi apapun hal yang terjadi itu adalah takdir yang terbaik untuk kita. Itulah yang terjadi pada seorang wanita hebat yang percaya akan adanya takdir, ia percaya karena disetiap kehidupan pasti ada sesuatu yang tidak terduga yang akan terjadi. Wanita itu bernama Andini, kisah di mulai pada awal tahun 1997.


Langit mulai menerang dan matahari naik pertanda pagi pun tiba. Seorang gadis sedang duduk termenung menunggu Pak Mun untuk mengantarkannya ke sekolah. Namanya Rini, sekarang ia duduk di kelas 4 SD. Pak Mun adalah orang yang membuka jasa antar jemput anak-anak di sekolah. Ketika Pak Mun sampai di depan
rumah Rini, Ia bersegera memanggil ibu untuk berpamitan